Tren Kendaraan Listrik vs Kendaraan Bensin
Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan listrik (EV) — baik motor listrik maupun mobil listrik — telah menjadi topik utama di dunia otomotif global dan Indonesia. Perubahan teknologi, kesadaran lingkungan, serta kebijakan insentif pemerintah membuat banyak konsumen mempertimbangkan beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
Namun pertanyaan utamanya tetap: apakah kendaraan listrik benar-benar lebih hemat dari segi biaya kepemilikan dibanding kendaraan bensin? Artikel ini akan membandingkan secara komprehensif berbagai komponen biaya: dari harga beli hingga biaya operasional, perawatan, pajak, hingga depresiasi nilai jual.
Apa itu Biaya Kepemilikan Kendaraan?
Definisi Total Cost of Ownership (TCO)
Biaya Kepemilikan Kendaraan, sering disebut Total Cost of Ownership (TCO), mencakup semua biaya yang dikeluarkan selama masa pemakaian kendaraan — bukan hanya harga beli. Komponen yang dihitung biasanya meliputi:
- Harga pembelian kendaraan
- Biaya energi (bensin atau listrik)
- Perawatan dan servis
- Pajak dan biaya administrasi lainnya
- Asuransi
- Depresiasi nilai jual kendaraan
Dengan menghitung TCO, calon pemilik mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang biaya kendaraan dalam jangka panjang, bukan sekadar harga awal saja.
Perbandingan Biaya Kepemilikan Motor Listrik vs Motor Bensin
Biaya Energi – Listrik vs Bensin
Salah satu komponen biaya terbesar dari pemakaian motor adalah biaya energi.
Menurut riset di Indonesia, jika pengguna motor listrik memiliki jarak tempuh harian tinggi (misalnya ~100 km/hari), biaya operasional bulanan untuk motor listrik hanya sekitar Rp144.000, sedangkan motor bensin 110 cc bisa menghabiskan Rp765.000, dan motor bensin 125 cc bahkan Rp1.123.000/bulan. Artinya motor listrik bisa menghemat hingga Rp979.000 per bulan atau sekitar Rp11,7 juta per tahun.
Ini terjadi karena listrik jauh lebih murah dibandingkan bensin per kilometer tempuhnya. Motor listrik cenderung hanya membutuhkan biaya sekitar Rp40–Rp50 per km (tergantung tarif listrik dan model), sedangkan motor bensin bisa mencapai Rp200–Rp300 per km atau lebih tergantung harga BBM.
Biaya Perawatan & Servis
Motor listrik memiliki struktur yang jauh lebih sederhana dibanding motor bensin karena:
- Tidak ada mesin pembakaran internal
- Tidak perlu ganti oli
- Tidak memerlukan busi, filter udara, atau sistem knalpot kompleks
Akibatnya, biaya servis motor listrik sangat rendah — servis tahunan bahkan lebih murah dibanding motor bensin yang sering perlu pergantian oli dan komponen.
Pajak Kendaraan
Pajak kendaraan bermotor untuk motor listrik di Indonesia cenderung lebih rendah dibanding motor bensin. Ini merupakan salah satu insentif dari pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan listrik.
Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan
Meskipun motor listrik lebih hemat, ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan oleh calon pembeli:
- Harga beli awal motor listrik sering lebih tinggi dibanding versi bensin sekelasnya.
- Umur baterai yang menjadi komponen utama motor listrik perlu diperhatikan karena jika perlu diganti di masa depan, biayanya bisa tinggi.
- Infrastruktur pengisian listrik mungkin belum seluas stasiun pengisian bensin di beberapa daerah.
Diskusi pengguna juga menunjukkan bahwa setelah periode tertentu, biaya penggantian baterai dan sparepart bisa menjadi faktor penting yang mempengaruhi biaya total kepemilikan.
Perbandingan Biaya Kepemilikan Mobil Listrik vs Mobil Bensin
Harga Beli — EV Umumnya Lebih Mahal Secara Awal
Mobil listrik di pasar global saat ini sering memiliki harga pembelian awal yang lebih tinggi dibanding mobil bensin seukuran setara karena teknologi baterai dan sistem kelistrikannya — misalnya data menunjukkan rata-rata harga EV di Amerika Serikat mencapai sekitar $55,500 sementara mobil bensin sekitar $49,700 sebelum insentif pajak.
Namun, insentif pemerintah, termasuk kredit pajak dan subsidi di beberapa negara termasuk Indonesia, dapat mengurangi gap harga ini dan membuat EV lebih terjangkau.
Biaya Energi – Cas Listrik vs Isi BBM
Biaya operasional adalah salah satu area di mana mobil listrik menunjukkan keunggulan signifikan:
- Biaya listrik rata-rata sekitar Rp1.500–Rp2.500/kWh, dan rata-rata konsumsi mobil listrik sekitar 13–15 kWh/100 km. Ini membuat biaya perjalanan 100 km sekitar Rp19.500–Rp37.500.
- Sebagai perbandingan, mobil bensin dengan harga Pertalite ~Rp10.000 per liter dan konsumsi 12–14 km per liter menghasilkan biaya 100 km antara Rp71.000–Rp83.000.
Artinya, biaya energi mobil listrik bisa lebih hemat 50–70% dibanding mobil bensin untuk jarak tempuh yang sama.
Biaya Perawatan & Servis
Mobil listrik tidak memerlukan komponen yang biasa ditemukan pada mobil bensin seperti:
- Oli mesin & filter oli
- Busi, sistem knalpot
- Transmisi kompleks
- Timing belt
Ini membuat biaya perawatan mobil listrik jauh lebih rendah. Studi menunjukkan biaya servis 5 tahun untuk mobil listrik bisa sekitar Rp4–6 juta, sedangkan untuk mobil bensin bisa mencapai Rp10–15 juta atau lebih tergantung rutin servisnya.
Pajak dan Administrasi
Di beberapa daerah, mobil listrik mendapatkan insentif pajak kendaraan bermotor (PKB) yang lebih rendah dibanding mobil bensin. Selama 5 tahun, selisih ini bisa memberikan penghematan beberapa juta rupiah di total biaya kepemilikan.
Asuransi dan Depresiasi
Perlu dicatat bahwa harga komponen EV yang relatif baru & mahal bisa membuat biaya asuransi agak lebih tinggi dibanding mobil bensin. Namun penghematan dari biaya bahan bakar dan perawatan umumnya tetap bisa menutup selisih ini.
Depresiasi juga penting dipertimbangkan: mobil listrik terkadang mengalami depresiasi berbeda karena perkembangan teknologi baterai dan permintaan pasar, sehingga ini juga perlu dimasukkan ke dalam perhitungan total biaya kepemilikan.
Kesimpulan – Mana yang Lebih Hemat?
Ringkasan Perbandingan Utama
| Komponen Biaya | Motor Listrik | Motor Bensin | Mobil Listrik | Mobil Bensin |
|---|---|---|---|---|
| Harga Beli Awal | Lebih tinggi | Lebih murah | Lebih tinggi | Lebih murah |
| Biaya Energi | Jauh lebih murah | Lebih mahal | Lebih murah signifikan | Lebih mahal |
| Perawatan & Servis | Sangat rendah | Lebih tinggi | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Pajak Kendaraan | Lebih rendah | Standar | Lebih rendah | Standar |
| Depresiasi | Variatif | Stabil | Variatif | Stabil |
Kesimpulan:
Secara total cost of ownership (TCO), kendaraan listrik — baik motor maupun mobil — seringkali lebih hemat dalam jangka panjang terutama bagi pengguna yang sering berkendara, memiliki akses pengisian di rumah atau tempat kerja, dan memanfaatkan insentif pajak/subsidi yang tersedia. Biaya energi listrik yang lebih murah dan perawatan yang minimal menjadi faktor penentu utama penghematan.
Tips Memilih Kendaraan yang Tepat
Sesuaikan dengan Pola Berkendara Anda
Kalau penggunaan harian Anda tinggi (±30–100 km/hari), EV bisa memberikan penghematan besar. Jika penggunaan jarang atau jarak jauh sering, pertimbangkan kebutuhan stasiun pengisian di rute Anda.
Cek Infrastruktur dan Fasilitas
Pastikan rumah atau area kerja Anda memiliki fasilitas pengisian listrik yang mudah diakses untuk EV, sehingga mengoptimalkan biaya energi.
Hitung TCO Sendiri
Gunakan kalkulator TCO (banyak tersedia online) untuk memperhitungkan semua variabel termasuk konsumsi, pajak, asuransi, dan depresiasi — bukan hanya harga beli awal.
Dengan memahami semua komponen biaya kepemilikan secara mendalam, Anda dapat membuat keputusan lebih bijak antara memilih kendaraan listrik atau bensin sesuai kebutuhan dan anggaran Anda.

