Indonesia sedang mengalami perubahan besar dalam industri otomotif, dengan penjualan kendaraan listrik (EV) menjadi salah satu sorotan utama tahun 2025 dan 2026. Terlepas dari tantangan ekonomi dan kondisi pasar otomotif yang sedang menurun, sektor EV menunjukkan momentum positif yang kuat — baik pada sepeda motor listrik maupun mobil listrik (Battery Electric Vehicle/BEV, Plug-in Hybrid/PHEV, dan Hybrid/HEV).
Artikel ini membahas secara rinci perkembangan penjualan EV di Indonesia, faktor yang memengaruhi pertumbuhannya, serta apa yang bisa kita harapkan di masa depan.
🧠Ringkasan Tren Pasar EV Indonesia
- Penjualan EV tumbuh signifikan. Total penjualan kendaraan listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang kuat pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pangsa pasar EV meningkat tajam seiring dengan meningkatnya pilihan model dari merek global.
- BEV kini mulai mendominasi, melebihi jumlah PHEV dan HEV di beberapa segmen tertentu.
- 2026 diproyeksikan tren ini berlanjut, meskipun pertumbuhan keseluruhan yang lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya.
Keyword utama dalam artikel ini:
➡️ tren penjualan kendaraan listrik Indonesia 2025
➡️ penjualan EV Indonesia 2026
➡️ pasar mobil listrik Indonesia
➡️ mobil listrik terlaris Indonesia
📊Statistik Penjualan EV di Indonesia
🇮🇩 1) Pertumbuhan Penjualan EV Nasional
Menurut data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 103.931 unit — meningkat 141% dibandingkan total penjualan pada 2024.
Ini menunjukkan bahwa EV kini mulai menjadi pilihan nyata konsumen Indonesia, bukan sekadar tren semata.
💡 Statistik penting:
- 📈 Penjualan EV 2025: 103.931 unit
- 📊 Pertumbuhan tahun ke tahun: +141% dibanding 2024
- 📍 Pangsa pasar EV di Indonesia tumbuh jauh dibanding sebelumnya
📌 2) Komposisi Jenis EV
EV tak hanya terbatas pada mobil listrik 100% (BEV). Pasar juga mencakup:
- BEV (Battery Electric Vehicle) – kendaraan listrik dengan baterai penuh
- PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) – kendaraan dengan motor listrik + mesin bensin
- HEV (Hybrid Electric Vehicle) – motor listrik + mesin bensin tanpa port pengisian eksternal
Pada kuartal pertama 2025 saja, total penjualan EV Indonesia mencapai 27.616 unit, dengan kenaikan signifikan pada penjualan BEV (+152,5%) dan PHEV (+44,8%) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
📊 Tren:
- BEV tampak memimpin pertumbuhan peningkatan volume
- HEV masih berkontribusi signifikan terhadap total volume EV
🚗 Faktor Pendorong Pertumbuhan EV di Indonesia
Pertumbuhan penjualan EV tidak terjadi tanpa alasan. Berikut sejumlah faktor utama yang mendorong tren ini meningkat di Indonesia.
🔋1) Insentif Pemerintah yang Kompetitif
Pemerintah Indonesia telah memberikan sejumlah insentif untuk mempercepat adopsi EV, seperti:
- Pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
- Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk EV tertentu
- Kebijakan lain yang mendukung investasi manufaktur EV dalam negeri
Kebijakan ini memberikan keunggulan harga bagi konsumen EV dibanding kendaraan konvensional, sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan drastis.
⚡2) Meningkatnya Minat Konsumen pada Mobil Listrik
Survei menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap EV semakin tinggi, dengan beberapa faktor utama:
✔ Biaya operasi lebih rendah
✔ Teknologi yang semakin canggih
✔ Kepuasan pemilik EV sangat tinggi (hingga 99%)
Menurut laporan PwC, tingkat kepuasan konsumen EV di Indonesia mencapai angka 99%, yang termasuk tertinggi di ASEAN.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman pengguna EV secara umum positif, yang berpotensi meningkatkan rekomendasi dari mulut ke mulut dan kesadaran pasar.
🛠️ 3) Investasi dan Infrastruktur EV Mulai Berkembang
Memperluas jangkauan infrastruktur pengisian daya (charging station) menjadi fokus utama untuk mendukung pertumbuhan EV. Beberapa perusahaan otomotif global juga sudah mulai membangun fasilitas riset, pabrik, dan jaringan layanan di Indonesia untuk mendukung ekosistem EV yang lebih luas.
Selain itu, Indonesia adalah salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, yang menjadi komponen penting dalam pembuatan baterai, sehingga membuka peluang besar bagi industri baterai dan EV domestik.
🔍Analisis Tren EV 2026
📆 1) Perkiraan Penjualan dan Pertumbuhan
Meski pertumbuhan EV di Indonesia luar biasa di 2025, data awal 2026 menunjukkan tren positif lanjutan, meskipun pertumbuhan tahunan sedikit lebih moderat.
Menurut laporan pasar, EV Indonesia diperkirakan tetap tumbuh sekitar +20% di tahun fiskal 2026, terutama pada segmen motor listrik dan mobil listrik berbasis baterai.
Pertumbuhan ini tetap menggembirakan mengingat kondisi pasar otomotif global yang menghadapi tekanan ekonomi.
🚙 2) Dominasi Merek Global
Beberapa merek EV global kini sangat diminati di Indonesia. Misalnya:
- BYD — dengan penjualan lebih dari 54.100 unit sepanjang 2025, menguasai sekitar 52% pangsa pasar EV nasional.
- Merek lain seperti Wuling, Geely, Hyundai EV juga berkontribusi signifikan terhadap total volume EV.
Dominasi merek global ini salah satunya karena keberagaman produk (SUV, city car, MPV) dan strategi harga yang bersaing.
🏁Tantangan yang Masih Ada
Pertumbuhan EV memang menarik, tetapi beberapa tantangan masih perlu dihadapi oleh pasar Indonesia:
⚠️1) Infrastruktur Charging yang Belum Merata
Walaupun sudah berkembang, jumlah stasiun pengisian daya masih belum merata terutama di luar kota besar seperti Jakarta dan Bandung.
Hal ini mempengaruhi kepercayaan pengguna untuk melakukan long trip menggunakan EV tanpa jaringan charging yang kuat di berbagai wilayah.
🏙️2) Harga Awal yang Masih Lebih Tinggi
Walaupun insentif pemerintah membantu menurunkan harga, beberapa model EV masih relatif mahal dibanding kendaraan konvensional setara, terutama jika dibandingkan dengan mobil bermesin bensin. Hal ini masih menjadi faktor pembatas adopsi EV di segmen konsumen massal.
📉3) Persaingan dengan Kendaraan Konvensional
Kendaraan berbahan bakar minyak (ICE) masih mendominasi pangsa pasar otomotif Indonesia secara keseluruhan. Adopsi EV masih berada di fase awal meskipun pertumbuhannya signifikan — sehingga tetap menjadi tantangan untuk mencapai angka penetrasi yang lebih tinggi.
📍Apa Artinya Semua Ini untuk Industri Indonesia?
Pertumbuhan EV di Indonesia bukan hanya soal angka penjualan; ini menunjukkan bahwa:
✔ Indonesia semakin siap menjadi pasar EV besar di ASEAN
✔ Produsen global melihat Indonesia sebagai basis produksi dan permintaan EV yang strategis
✔ Konsumen mulai menerima EV sebagai pilihan kendaraan sehari-hari
Dengan dukungan lebih lanjut dari pemerintah, investasi, dan inovasi teknologi, tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2026 dan seterusnya.
🏆 Kesimpulan: Tren Penjualan EV Indonesia 2025–2026
📌 Ringkasan Temuan Utama:
- 📈 Penjualan EV di Indonesia melonjak 141% pada 2025.
- 🚗 Pangsa pasar EV semakin besar, didukung oleh model kendaraan listrik terbaru.
- 🔋 Insentif pemerintah dan kepuasan konsumen menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar EV.
- 📊 Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut di 2026, meskipun pertumbuhan mungkin lebih moderat dibanding tahun sebelumnya.
💡 Secara keseluruhan, tren penjualan kendaraan listrik Indonesia tetap kuat dan menarik untuk diikuti — tidak hanya oleh konsumen, tetapi juga oleh pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan.

